Dewan Adat Dayak Kalteng Minta FPI Hormati Kearifan Lokal

PALANGKARAYA--MICOM: Wakil Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah (Kalteng) Lucas Tingkes meminta pengurus pusat Front Pembela Islam (FPI) menghormati kearifan lokal suku Dayak yang menolak kehadiran ormas itu di Kalteng.

"Kalau memang FPI cinta damai dan menghormati orang lain, seharusnya jangan memaksakan diri untuk membentuk organisasi tersebut di Kalteng. Hormati keputusan warga setempat dan jangan membawa-bawa nama agama untuk permasalahan ini," kata Lucas di Palangkaraya, Senin (13/2).

Lucas membantah penolakan FPI di Kalteng atas instruksi Gubernur Agustin Teras Narang. Penolakan terhadap FPI tersebut murni suara masyarakat Dayak dan itu semua dapat dibuktikan.

Menurutnya, unjuk rasa yang sempat merusak rumah calon pengurus FPI terjadi akibat kekecewaan masyarakat. Meski sudah dilarang, pengurus FPI pusat masih memaksakan diri untuk menghadiri pengukuhan FPI di Kalteng. "Namun kerusakan tersebut nantinya akan dipertanggungjawabkan oleh Gerakan Pemuda Dayak Indonesia Kalteng. Salah satunya dengan mengganti kerugian. Kami tidak ingin sesama warga setempat terjadi perselisihan. Semua masalah sudah terselesaikan dengan baik," ucapnya.

Lucas juga menjelaskan, alasan penolakan terhadap FPI di Kalteng segera disosialisasikan. Sebab, banyak masyarakat yang memberikan dukungan, namun minta penjelasan terkait masalah tersebut.

Berbagai tokoh masyarakat lintas agama, suku, dan ormas, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kalteng sepakat menolak pelantikan FPI di kawasan setempat. Hal itu dibuktikan dengan adanya surat pernyataan sikap yang menolak kehadiran FPI di Kalteng dan ditandatangani oleh tokoh masyarakat lintas agama, suku, dan Ormas.

Bondo, Kearifan Budaya Lokal Jawa!

Setiap etnik tertentu pasti memiliki kearifan budaya lokal. Cerita soal bondo saya dapatkan ketika bersama rekan petualang ACI 2011, Tim Jawa II mengunjungi Masjid Kauman Semarang di hari pertama (Minggu, 2/10 2011).
Bondo sebenarnya berarti benda (harta) dalam bahasa Jawa. Beberapa masjid-masjid di Jawa biasanya memiliki harta benda, yang tentunya milik umat. Kebanyakan berupa tanah atau lahan perkebunan. Nah, karena bukan milik pribadi tentu sulit menggarap lahan tersebut supaya produktif secara komunal. Dengan sistem bondo, siapa pun bisa menggarap tanah masjid untuk ditanami padi, palawija, atau tanaman pangan lain. Setelah panen, hasilnya akan dibagi dengan komposisi sesuai kesepakatan. Bagian untuk masjid akan dipergunakan untuk membiayai operasional sehari-hari masjid.
Keluarga yang menggarap tanah bondo masjid diupayakan sedapat mungkin yang tidak atau kurang memiliki lahan sebagai sumber penghasilan. Dengan demikian, secara tidak langsung jamaah masjid membantu ekonomi saudara mereka yang kurang beruntung. Suatu konsep tradisional yang benar-benar menyejukkan bukan? Dalam Islam pun dijelaskan, ukhuwah Islamiah sama halnya seperti satu tubuh yang lengkap. Jika satu anggota tubuh sakit, anggota tubuh yang lain akan merasakan sakit pula.
Khusus di Masjid Kauman Semarang, dari salah seorang pengurus masjid tersebut, saya mengetahui dulunya masjid tua ini dulunya memiliki banyak bondo. Jumlahnya sampai ratusan hektar sawah. Sampai sekarang tradisi bondo masih dilestarikan. Hanya saja, untuk memudahkan administrasinya, pengelolaan bondo dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama daerah setempat. Lebih istimewa lagi bagi masyarakat Semarang, khususnya yang berada di sekitar Masjid Kauman, tanah bondo masjid tersebut berguna bagi penduduk Jawa Tengah.  Areal Masjid Agung Jawa tengah di Desa Sambirejo, Gayamsari, Semarang, adalah adalah bondo milik Masjid Kauman Semarang. Dari Masjid Agung Semarang nan megah ini juga, kami sempat membuat foto lanskap Semarang malam hari dari Tower Al-Husna.
Kalau jeli, sebenarnya banyak tradisi di Jawa yang membuktikan budaya mereka sangat menjunjung tinggi kemanusiaan. Tinggal kita untuk berusaha menggali dan membudayakannya kembali. Sejahteralah Jawa-ku, Sejahteralah Indonesia-ku!


Stres Merusak Kesehatan Gigi

Stres bukan cuma membebani pikiran tetapi juga kesehatan, salah satunya kesehatan gigi dan gusi. Hubungan yang erat antara masalah periodontal dan gangguan psikologi seperti stres, kecemasan, depresi dan kesepian itu sudah dibuktikan secara ilmiah. Dalam laporan studi yang dimuat dalam Journal of Periodontology disebutkan, mengurangi stres sangat berarti demi kesehatan gigi dan mulut. Salah satu biang keladinya adalah kortisol, si hormon stres.
Meningkatnya level hormon kortisol bisa menyebabkan kerusakan pada gusi dan tulang rahang karena penyakit periodontal (radang gusi). Jika periodontal ini tidak ditangani bisa menyebabkan gigi tanggal, bahkan tulang rahang tegerus.
Masalah gigi dan mulut yang ditimbulkan oleh stres antara lain sariawan, kebiasaan menggertakkan gigi (bruxism), serta penyakit gusi.
"Orang yang mengalami gangguan psikologi biasanya melakukan kebiasaan tidak sehat dan malas merawat giginya yang bisa merusak gigi," kata Preston J Miller, presiden American Academy of Periodontology. Ia menyarankan kegiatan relaksasi untuk menghambat produksi kortisol.

7 Rahasia Seputar Kesehatan Mata

Meski mata hanya bagian kecil dari tubuh, tetapi perannya sangat besar. Maksimalkan fungsi penglihatan mata dengan mengetahui informasi seputar mata yang mungkin belum pernah Anda ketahui berikut ini:

1. Jangan gunakan tisu atau kertas toilet untuk membersihkan permukaan kaca mata. Tisu atau kertas toilet terbuat dari kayu sehingga bisa menggores lensa. Gunakan lap pembersih kaca mata atau jika terpaksa gunakan dasi atau ujung kaos Anda yang lembut.

2. Kacamata dengan lensa terpolarisasi sangat bagus untuk mengurangi silau tetapi lensa tersebut bisa membuat kita lebih sulit melihat layar ponsel atau LCD.

3. Radiasi sinar ultraviolet bukan hanya merusak kulit tapi juga mata. Karena itu selalu gunakan kacamata hitam saat berada di bawah sinar matahari.

4. Wortel bukanlah sayuran terbaik untuk mata karena yang berada di peringkat pertama adalah bayam dan sayuran berdaun hijau gelap lainnya.

5. Membaca dalam pencahayaan yang kurang pada dasarnya tidak merusak mata namun jika dipaksakan bisa membuat nyeri kepala.

6. Selalu lepaskan lensa kontak Anda sebelum tidur. Kebiasaan sehat ini akan mengurangi risiko Anda terkena bakteri mata hingga 15 kali.

7. Untuk mengurangi rasa pedih tetes mata, simpanlah obat tetes mata di kulkas.