Showing posts with label lagu indonesia. Show all posts
Showing posts with label lagu indonesia. Show all posts

Fatin Shidqia Dilirik Rumah Mode Busana Muslim

Liputan6.com, Jakarta : Tak hanya merenda karier di pentas musik, Fatin Shidqia juga memulai peruntungannya di dunia fashion muslimah. Sebuah rumah mode busana muslim bermaksud menggandeng Fatin dalam lini koleksi busana mereka, bertitel Fatin Shidqia Lubis by Rabbani.

"Dia sosoknya sederhana. Tidak hanya vokalnya yang unik, tapi juga meski terkenal tetap sopan. Ini sosok yang diharapkan dan mudah-mudahan menjadi penebar kebahagiaan bagi wanita muslim," jelas Direktur Operasional Rabbani, Nandang Komara, di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (15/7/2013).

Sebagai permulaan, Fatin didapuk sebagai brand ambassador dari produk-produk yang dikeluarkan rumah mode muslim tersebut. Alhasil, Fatin mendapat pasokan busana kala mentas di atas panggung.

"Warna-warnanya akan disesuaikan dengan kesukaan Fatin. Kami juga akan bicarakan dengan Sony Music (label musik yang menaungi Fatin), yang pantas seperti apa. Yang jelas, kami akan tetap menarik meski berhijab," kata Nandang.

Perkawinan unik di Taiwan

Banyak orang sekarang berusaha menikah dengan cara yang tidak biasa, misalnya dengan bungee jumping, mengucapkan sumpah pernikahan di bawah air, atau bahkan menikah di restoran cepat saji McDonald. Tetapi satu pernikahan yang menurut rencana akan berlangsung bulan depan di Taiwan, mungkin akan tercatat dalam sejarah sebagai pernikahan yang paling tidak biasa.
Pernikahan itu akan dihiasi dengan bunga-bunga, kue pengantin, pengiring pengantin wanita dan pengiring pengantin pria. Semua elemen penting dalam perkawinan ada, kecuali penganti laki-laki.
Itu karena mempelai wanitanya, Chen Wei yi berencana menikahi dirinya sendiri.
Chen yang akhir tahun ini akan berusia 30 tahun, mengaku kepada koresponden BBC di Taipei, Cindy Sui bahwa dia lelah dengan masyarakat Taiwan yang selalu berpendapat bahwa wanita yang tidak punya pacar, atau belum menikah dan belum punya anak pada usia 30 tahun, pasti punya masalah.
Only, nama Chen dalam bahasa Inggris, memang punya kekasih tapi merasa belum mendapatkan pasangan hidup yang tepat.
Lewat pernikahan ini dia ingin menekankan poin bahwa wanita seharusnya bahagia dengan diri mereka sendiri, dan hanya ketika mereka mencintai diri sendiri barulah mereka bisa mencintai orang lain.
"Orang-orang selalu berusaha mengenalkan anda dengan temannya atau sepupu teman ketika mereka tahu anda masih lajang. Sepertinya masyarakat merasa tidak baik jadi lajang. Untuk perkawinan ini, saya ingin menyampaikan pesan, anda bukan orang yang gagal atau seekor anjing. Anda adalah orang yang baik dan wanita yang bahagia. Saya senang dan saya seorang wanita," jelas Only kepada koresponden BBC Cindy Sui.

Ditentang

Rencana perkawinan Only menimbulkan kontroversi di media dan chatroom internet di Taiwan.
Pasalnya jelas yaitu karena pemerintah Taiwan saat ini sedang giat mendorong kaum lajang untuk menikah dan memiliki keturunan akibat rendahnya tingkat kelahiran di negara ini.
Beberapa kalangan menertawakan dia, mengucapkan selamat dengan cara tradisional yaitu semoga anda memiliki banyak anak. Tetapi banyak teman-temannya dan orang-orang yang tidak dikenal yang memuji idenya dengan mengatakan, pernikahan ini mengingatkan mereka untuk mencintai diri mereka sendiri.
Sebagian mengusulkan agar dia menggalang pernikahan massal untuk para lajang.
Pernikahan Only akan berlangsung tanggal 6 November nanti di sebuah restoran di Taipei dengan 30 tamu.
Sahabat Only yang menjadi pelaksana pernikahan dan ibunya, yang awalnya menentang ide ini, sekarang ingin agar putrinya bangga atas dirinya sendiri dan sudah membeli sebuah cincin.
Setelah pernikahan, tentu akan ada bulan madu.
Only akan mengundurkan diri dari pekerjaanya sebagai koordinator program studi ke luar negeri dan akan berlibur ke Australia - tentu dengan dirinya sendiri.

BBC..co.uk/indonesia 

KOES PLUS, Legenda Yang Tak Pernah Terlupakan



Koes Plus adalah grup musik Indonesia yang dibentuk pada tahun 1969 sebagai kelanjutan dari grup Koes Bersaudara. Grup musik yang terkenal pada dasawarsa 1970-an ini sering dianggap sebagai pelopor musik pop dan rock 'n roll di Indonesia. Sampai sekarang, grup musik ini kadang masih tampil di pentas musik membawakan lagu-lagu lama mereka, walaupun hanya tinggal dua anggotanya (Yon dan Murry) yang aktif.

Lagu-lagu mereka banyak dibawakan oleh pemusik lain dengan aransemen baru. Sebagai contoh, Lex's Trio membuat album yang khusus menyanyikan ulang lagu-lagu Koes Plus, Cintamu T'lah Berlalu yang dinyanyikan ulang oleh Chrisye, serta Manis dan Sayang yang dibawakan oleh Kahitna.

Koes Bersaudara

1. John Koeswoyo
2. Tonny Koeswoyo
3. Yon Koeswoyo
4. Yok Koeswoyo
5. Nomo Koeswoyo

Koes Bersaudara

1. Tonny Koeswoyo
2. Yon Koeswoyo
3. Yok Koeswoyo
4. Nomo Koeswoyo

'setelah keluar dari penjara'

Koes Plus

1. Tonny Koeswoyo
2. Yon Koeswoyo
3. Yok Koeswoyo
4. Murry

Perjalanan karir

Kelompok ini dibentuk pada tahun 1969, sebagai kelanjutan dari kelompok “Koes Bersaudara”. Koes Bersaudara menjadi pelopor musik pop dan rock 'n roll, bahkan pernah dipenjara karena musiknya yang dianggap mewakili aliran politik kapitalis. Di saat itu sedang garang-garangnya gerakan anti kapitalis di Indonesia.

Era Orde Lama

Pada Kamis 1 Juli 1965, sepasukan tentara dari Komando Operasi Tertinggi (KOTI) menangkap kakak beradik Tony, Yon, dan Yok Koeswoyo dan mengurung mereka di LP Glodok, kemudian Nomo Koeswoyo atas kesadaran sendiri, datang menyusul. Adik Alm Tony Koeswoyo itu rupanya memilih "mangan ora mangan kumpul" ketimbang berpisah dari saudara-saudara tercinta. Adapun kesalahan mereka adalah karena selalu memainkan lagu - lagu The Beatles yang dianggap meracuni jiwa generasi muda saat itu. Sebuah tuduhan tanpa dasar hukum dan cenderung mengada ada, mereka dianggap memainkan musik "ngak ngek ngok" istilah Pemerintahan berkuasa saat itu, musik yg cenderung imperialisme pro barat. Dari penjara justru menghasilkan lagu-lagu yang sampai saat sekarang tetap menggetarkan, "Didalam Bui", "jadikan aku dombamu", "to the so called the guilties", dan "balada kamar 15". 29 September 1965, sehari sebelum meletus G 30 S-PKI, mereka dibebaskan tanpa alasan yang jelas.belakangan setelah Peristiwa itu berlalu,Koes Bersaudara yang masih hidup dan menginjak usia tua melakukan testimoni di depan pemirsa acara talkshow KICK ANDY (Metro TV)pada akhir 2008 bahwa di balik penangkapan mereka sebenarnya pemerintahan Soekarno menugaskan mereka dalam sebuah operasi Kontra Intelejen guna mendukung gerakan Ganyang Malaysia.

Dari Koes Bersaudara menjadi Koes Plus

Dari kelompok Koes Bersaudara ini lahir lagu-lagu yang sangat populer seperti “Bis Sekolah”,“ Di Dalam Bui”, “Telaga Sunyi”, “Laguku Sendiri” dan masih banyak lagi. Satu anggota Koes Bersaudara, Nomo Koeswoyo keluar dan digantikan Murry sebagai drummer. Walaupun penggantian ini awalnya menimbulkan masalah dalam diri salah satu personalnya yakni Yok yang keberatan dengan orang luar. Nama Bersaudara seterusnya diganti dengan Plus, artinya plus orang luar: Murry.

Sebenarnya lagu-lagu Koes Bersaudara lebih bagus dari segi harmonisasi ( seperti lagu “Telaga Sunyi”, “Dewi Rindu” atau “Bis Sekolah”) dibanding lagu-lagu Koes Plus. Saat itu Nomo, selain bermusik juga mempunya pekerjaan sampingan. Sementara Tonny menghendaki totalitas dalam bermusik yang membuat Nomo harus memilih. Akhirnya Koes Bersaudara harus berubah. Kelompok Koes Plus dimotori oleh almarhum Tonny Koeswoyo (anggota tertua dari keluarga Koeswoyo). Koes Plus dan Koes Bersaudara harus dicatat sebagai pelopor musik pop di Indonesia. Sulit dibayangkan sejarah musik pop kita tanpa kehadiran Koes Bersaudara dan Koes Plus.

Tradisi membawakan lagu ciptaan sendiri adalah tradisi yang diciptakan Koes Bersaudara. Kemudian tradisi ini dilanjutkan Koes Plus dengan album serial volume 1, 2 dan seterusnya. Begitu dibentuk, Koes Plus tidak langsung mendapat simpati dari pecinta musik Indonesia. Piringan hitam album pertamanya sempat ditolak beberapa toko kaset. Mereka bahkan mentertawakan lagu “Kelelawar” yang sebenarnya asyik itu.

Kemudian Murry sempat ngambek dan pergi ke Jember sambil membagi-bagikan piringan hitam albumnya secara gratis pada teman-temannya. Dia bekerja di pabrik gula sekalian main band bersama Gombloh dalam grup musik Lemon Trees. Tonny yang kemudian menyusul Murry untuk diajak kembali ke Jakarta. Baru setelah lagu “Kelelawar” diputar di RRI orang lalu mencari-cari album pertama Koes Plus. Beberapa waktu kemudian lewat lagu-lagunya “Derita”, “Kembali ke Jakarta”, “Malam Ini”, “Bunga di Tepi Jalan” hingga lagu “Cinta Buta”, Koes Plus mendominasi musik Indonesia waktu itu.

Kiblat Musik Pop Indonesia

Dengan adanya tuntutan dari produser perusahaan rekaman maka group-group lain yang “seangkatan” seperti Favourites, Panbers, Mercy's, D'Lloyd menjadikan Koes Plus sebagai “kiblat”, sehingga group-group ini selalu meniru apa yang dilakukan Koes Plus, pembuatan album di luar pop Indonesia, seperti pop melayu dan pop jawa menjadi trend group-group lain setelah Koes Plus mengawalinya.

"Seandainya kelompok ini lahir di Inggris atau AS bukan tidak mungkin akan menggeser popularitas Beatles"[rujukan?]

“Lagu Nusantara I” (Volume 5), “Oh Kasihku” (Volume 6), “Mari-Mari” (Volume 7), “Diana” dan “Kolam Susu” ( Volume 8) merajai musik pop waktu itu. Puncak kejayaan Koes Plus terjadi ketika mereka mengeluarkan album Volume 9 dengan lagu yang sangat terkenal “Muda-Mudi” (yang diciptakan Koeswoyo, bapak dari Tonny, Yon dan Yok). Disusul lagu “Bujangan” dan “Kapan-Kapan” dari volume 10. Masih berlanjut dengan lagu “Nusantara V” dari album Volume 11 dan “Cinta Buta” dari album Volume 12.

Bersamaan dengan itu Koes Plus juga mengeluarkan album pop Jawa dengan lagu yang dikenal dari tukang becak, ibu-ibu rumah tangga, hinga anak-anak muda, yaitu “Tul Jaenak” dan “Ojo Nelongso”. Belum lagi lagu mereka yang berirama melayu seperti “Mengapa”, “Cinta Mulia” dan lagu keroncongnya yang berjudul “Penyanyi Tua”. Sayang sekali di setiap album yang mereka keluarkan tidak ada dokumentasi bulan dan tahun, sehingga susah melacak album tertentu dikeluarkan tahun berapa. Bahkan tidak ada juga kata-kata pengantar lainnya. Album mereka baru direkam secara teratur mulai volume VIII setelah ditandatangani kontrak dengan Remaco. Sebelumnya perusahaan yang merekam album-album mereka adalah “Dimita”.

Pada tahun 1972-1976 udara Indonesia benar-benar dipenuhi oleh lagu-lagu Koes Plus. Baik radio atau orang pesta selalu mengumandangkan lagu Koes Plus. Barangkali tidak ada orang-orang Indonesia yang waktu itu masih berusia remaja yang tidak mengenal Koes Plus. Kapan Koes Plus mengeluarkan album baru selalu ditunggu-tunggu pecinta Koes Plus dan masyarakat umum.

Tahun 1972 Koes Plus sempat menjadi band terbaik dalam Jambore Band di Senayan. Semua peserta menyanyikan lagu Barat berbahasa Inggris. Hanya Koes Plus yang berani tampil beda dengan menyanyikan lagu “Derita” dan “Manis dan Sayang”.