Riedl: Kemenangan Timnas Tak Semudah Diduga

Kemenangan besar yang diraih Timnas Indonesia 6-0 atas Laos pada laga kedua puataran Grup A kompetisi sepakbola AFF Suzuki Cup 2010, Sabtu malam, diakui pelatih Alfred Riedl sebagai hasil yang tidak mudah.

Kemenangan besar kedua yang diraih Timnas di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan tersebut tidak serta merta membuat Riedl merasa percaya diri secara berlebihan dan ia malah lebih menyoroti hal-hal yang menyulitkan Timnas dalam mencetak gol.

"Pada 20 menit pertama tim kita kesulitan membuat gol. Apalagi Laos juga tampil baik dan bahkan berhasil melepaskan tendangan yang nyaris menjadi gol ketika membentur mistar gawang," ujar Alfred Riedl seusai pertandingan.

Dalam pengamatan Riedl, pertandingan melawan Laos tidak semudah diduga sebelumnya. Dan setelah Timnas unggul 2-0 melalui gol penalti Firman Utina pada menit ke-26 dan gol Muhammad Ridwan menit ke-34) barulah ia melihat tim Merah Putih bisa bermain enjoy.

Di babak kedua tim Merah Putih menambah empat gol lagi melalui Firman Utina (menit ke-49), Irfan Bachdim (61), Arif Suyono (75) dan Oktovianus Maniani (80).

Mengenai tim lawan, sebagai tim yang pernah ditanganinya saat SEA Games 2009 di Laos, pada kesempatan itu Riedl menaruh simpati besar kepada tim Laos yang kini diasuh pelatih David Booth.

"Saya juga menaruh simpati yang sangat besar kepada tim Laos sebagai tim yang pernah saya tangani. Saya mempunyai kenangan yang bagus dengan tim Laos. Tapi dalam sepakbola profesional kita tidak boleh membawa perasaan itu secara berlebihan," ujarnya.

Menghadapi pertandingan putaran terakhir melawan Thailand pada Selasa mendatang, Riedl akan melihat dulu siapa-siapa pemain yang siap tampil dan yang mengalami cedera.

Riedl mengaku akan tetap menginstruksikan permainan maksimal karena Timnas memiliki tanggungjawab besar untuk memuaskan para pendukungnya.

"Beberapa rotasi pemain mungkin saja kami lakukan. Tetapi kami memiliki tanggungjawab besar dalam memuaskan para fans kita. Kami ingin menghibur masyarakat pencinta sepakbola Indonesia," ujarnya.

Kemenangan 6-0 atas Laos sudah memastikan Indonesia lolos ke semifinal sekaligus menjadi juara Grup A karena pada pertandingan lainnya Thailand ditahan Malaysia 0-0.

Apa pun hasil pertandingan terakhir melawan Thailand, Indonesia tetap tampil sebagai juara Grup A.

Mengantisipasi lawan di semifinal, Riedl merasa tak perlu menghitung-hitung atau memilih-milih lawan dan menurutnya hal itu bukan merupakan hal yang penting.

"Bagi saya itu tidak penting. Saya hanya akan lebih fokus melihat kondisi dan permasalahan yang ada dalam tim saya. Dua pertandingan yang kami lalui tidaklah mudah meski akhirnya menang dengan skor besar," ujarnya.

Sementara pelatih Laos David Booth mengakui mental pemainnya sempat "drop" setelah Indonesia berhasil menyarangkan dua gol.

"Setelah tertinggal dua gol pemain kami drop. Selanjutnya kami berusaha meminimalisir kesalahan," ujar David Booth.

antaranews.com

Perceraian Akibat Facebook Makin Melonjak


Situs jejaring sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Di balik manfaatnya yang memudahkan komunikasi, situs jejaring sosial masih menjadi salah satu penyebab perceraian di era digital.
Berdasarkan survei American Academy of Matrimonial Lawyers, satu dari lima perceraian di Amerika Serikat disebabkan oleh jejaring sosial Facebook.  Dikutip dari The Frisky, 80 persen pengacara perceraian melaporkan lonjakan jumlah kasus yang menggunakan media sosial sebagai bukti perselingkuhan pasangan.
Kebanyakan bukti yang diperlihatkan adalah foto-foto mesra yang menjadi penyebab percekcokan pasangan. Kasus lainnya, banyak pasangan yang menemukan dan berselingkuh dengan mitra mereka di masa lalu.
Situs jejaring Facebook menempati peringkat atas penyebab retaknya rumah tangga di AS dengan 66 persen digunakan sebagai sumber bukti kasus perceraian. Kemudian diikuti MySpace dengan 15 persen, Twitter 5 persen dan lainnya sebesar 14 persen. Survei tersebut juga menemukan, sebanyak 20 persen petisi perceraian di Inggris menyalahkan Facebook sebagai ajang selingkuh pasangan.
"Alasan yang paling umum adalah orang dengan mudah melakukan pembicaraan seksual dengan orang yang tidak seharusnya di jejaring sosial," kata Mark Keenan, Managing Director Divorce-Online.
Salah satu selebriti yang cerai akibat Facebook adalah bintang 'Desperate Housewives' Eva Longoria. Ia menemukan suaminya, pemain basket Tony Parker terus berhubungan dengan seorang wanita di Facebook. "Semua orang berbagi hal-hal pribadi mereka di situs jejaring sosial dan membuka hal-hal yang sifatnya sensitif ke ruang publik," Keenan menambahkan.
Konselor perkawinan Terry Real menambahkan, sebagian orang menggunakan jejaring untuk menciptakan fantasi dan melarikan diri dari hubungan yang membosankan. "Tidak ada yang lebih menggoda dengan menciptakan dunia fantasi hingga akhirnya ketagihan untuk bertemu langsung  dengan orang yang Anda temui di dunia maya," katanya. Menurutnya, masalah sebenarnya bukan terletak dari jejaring sosial tetapi hilangnya cinta dan perhatian dalam pernikahan.

VIVAnews.com

Aneka Pencetus Alergi

Faktor pencetus alergi terbagi tiga, yaitu lingkungan, makanan, dan hal lainnya. Berikut beberapa contohnya:

 Lingkungan.
1. Debu rumah dan tungau. Biasa terdapat pada karpet bulu, boneka bulu, gorden, tumpukan koran/majalah/buku.
2. Kapuk pada kasur, bantal, guling, boneka.
3. Asap, bisa karena asap rokok, asap dari dapur, obat nyamuk, sampah, dan kendaraan bermotor.
4. Rontokan bulu binatang.
5. Renovasi rumah; debu bangunan, semen, hingga bahan kimia lainnya, seperti pada cat.
 
Makanan.
1. Makanan/minuman dingin.
2. Permen dengan segala variasinya.
3. Cokelat dan segala olahannya
4. Aneka bahan penyedap rasa buatan.
5. Gorengan.
6. Kacang dengan segala olahannya.

Hal-hal lain:
1. Infeksi respiratorik akut; flu/batuk-pilek-demam.
2. Kelelahan atau stres baik fisik maupun psikis.
3. Aktivitas fisik berlebihan seperti berlarian, teriak-teriak, menangis, tertawa berlebihan.
4. Perubahan musim atau pancaroba.

CIRI ALERGI 
- Ciri khas batuk-pilek alergi: batuk "membandel"/susah sembuh, timbul berulang dalam rentang waktu yang 
   pendek.
- Rentang waktu penyembuhan: lebih dari dua minggu.
- Pengobatan: hindari pencetusnya sebisa mungkin maka anak akan sembuh dengan sendirinya. Bahkan bila 
  berhasil menghindarinya 100% batuk-pilek si kecil tidak akan kambuh lagi.
- Catatan: Bisa saja pada awalnya anak terkena batuk pilek yang disebabkan infeksi (ada virus/bakteri/jasad 
  renik lain yang masuk ke dalam tubuhnya), namun bila dalam 3 hari tidak sembuh maka sumber utamanya 
  adalah alergi.

WASPADAI ASMA
Untuk lebih meyakinkan apakah benar si kecil memiliki bakat alergi, lakukan investigasi sederhana yakni dengan merunut siapa dari kedua keluarga kita yang memiliki riwayat alergi. Ini berarti termasuk melihat riwayat kesehatan paman, bibi, hingga kakek-nenek. "Jika ada, kemungkinan anak kita memang benar mempunyai alergi dan itu berarti berisiko besar sebagai pengidap asma," kata Darmawan.
Ciri-ciri anak pengidap asma adalah: sesak napas/ mengeluarkan bunyi mengi, batuk malam hari yang mengganggu tidur padahal siangnya "normal", kadang batuk disertai muntah (terutama pada anak balita), terjadi batuk pasca beraktivitas yang melelahkan serta gejala bisa membaik tanpa atau dengan obat. Gejala-gejala ini sering disalahartikan sebagai vlek paru karena foto rontgen kerap menunjukkan gambaran vlek pada paru-parunya. Padahal, jelas Darmawan, hasil foto rontgen tidak bisa dipercaya 100%. "TBC pada anak hanya bisa dibuktikan dengan tes Mantoux. Batuk yang sering dan lama pada anak tidak bisa disamakan dengan orang dewasa. Pada orang dewasa, batuk lama bisa jadi TBC. Tapi pada anak-anak, kemungkinan besar adalah alergi alias batuk asma."
Satu-satunya penanganan asma yang efektif adalah dengan mengendalikannya. Jangan lupa, asma merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Kalaupun ada obat hanya sebatas sebagai pereda dan pengendali. Lantaran itu, penderita asma mesti melakukan pola hidup yang benar, Kembali pada makan makanan yang sehat, minum cukup, olahraga teratur, dan hindari pencetus.

tabloidnova.com

Perlukah WikiLeaks Diblokir?

info sangat menarik kita baca di portal berita hari ini 'Situs whistleblower' WikiLeaks kembali menarik perhatian karena membocorkan kawat-kawat diplomatik pemerintah AS di seluruh dunia. Bahkan WikiLeaks rencananya akan membocorkan 3.000 dokumen lebih dari Kedubes AS di Jakarta. Apa kira-kira isinya?”

Kita tahu bahwa saat ini Wikileaks telah banyak membocorkan berbagai classified information (info rahasia) yang sangat merepotkan pemerintah AS, berbagai hal telah dialami pengelola Wikileaks dari mulai ancaman sampai penyerangan situs secara DoS Attack (Denial of Service Attack), yaitu suatu serangan yang tidak merusak server melainkan membuatnya begitu sibuk sehingga tidak mampu lagi menangani akses terhadap server Wikileaks yang pada akhirnya menghambat orang yang ingin tahu isi WikiLeaks.

Dengan rencana Wikileaks tersebut tentu seluruh pemerintah Indonesia (dari zaman Soekarno sampai SBY) dan para dubes AS di Indonesia (dari dulu sampai sekarang) pasti khawatir atas terbukanya informasi rahasia tersebut. Pasalnya semua hal yang melibatkan pemerintah AS bisa terungkap dari mulai ekonomi, politik, dan hubungan internasional.

Informasi rahasia itu bisa mengenai pemerintah AS itu sendiri, atau pemerintah Indonesia yang ditemui kedubes AS maupun informasi yang merupakan kerjasama AS dengan pemerintah dan intelijen Indonesia.

Bila hal ini terjadi pada zaman orde baru bisa diyakini pemerintah langsung melakukan pemblokiran akses ke Wikileaks (tapi kan zaman itu Internet belum marak seperti sekarang). Namun pada saat ini yang dihadapi pemerintah Indonesia cukup dilematik karena selama ini toh situs tersebut tidak diblokir, bila kini tahu-tahu ada pemblokiran tentu akan membuat masyarakat lebih bertanya-tanya dan lebih curiga.

Dengan teknologi ICT saat ini, walau pemerintah melakukan pemblokiranpun terhadap situs tersebut, maka situs itu tetap dapat mudah diakses oleh mereka yang mempunyai pengetahuan telematika tingkat menengah (tidak perlu yang canggih). 

Selain itu, walau misal pemerintah tetap nekat melaukan pemblokiran, perlu diketahui ada ratusan juta orang diluar Indonesia yang dapat dengan mudah mengakses Wikileaks dan mereka dengan mudah bisa melakukan screen capture informasi dari Wikileaks tersebut lalu mengirimkannya dengan format non text (berupa gambar) ke rekannya di Indonesia dalam file format PDF, GIF, JPG.

Tentu cara ini sulit dideteksi secara otomatis pada institusi pengelola jaringan di Indonesia seperti IIX, ISP, NAP, ID-SIRTII, dan lain sebagainya. Sehingga penyaringan harus dilakukan secara manual yang tentu akan memakan banyak effort dan resources dan cara itu pasti sulit (baca: melelahkan tetapi dengan hasil yang tidak efektif).


Pemblokiarn WikiLeaks Akan Sia-Sia

Dengan kemungkinan diatas, tentu hampir bisa dikatakan pemblokiran akses ke Wikileaks akan sia-sia.  Dengan demikian semua pihak yang terkait dengan bocoran informasi dari Wikileaks tersebut dan terbukti memegang suatu peran penting pada isu tersebut pasti harus pasang ancang-ancang menghadapi serangan lawan politik yang akan memanfaatkan informasi tersebut untuk menjatuhkannya. 

Tujuannya pasti dikemas dengan kata-kata "demi kepentingan nasional". Tetapi pada dasarnya untuk saling menjatuhkan antar individu dari mulai kelompok didalam partai sampai antar partai dan ultimate goalnya sudah jelas: mengincar kemenangan pada pemilu 2014. 

Dan memang beginilah yang terjadi di negara kita dimana suatu informasi yang seyogyanya diterima dan dicerna dengan penuh kedewasaan serta tanggung jawab untuk kepentingan nasional, tetapi justru digunakan untuk sekedar saling menjatuhkan lawan politik.

Bisa dibayangkan dengan proses yang berkepanjangan membuat PR bagi semua pihak yang terlibat urusan peradilan dan konstitusi akan disibukan dengan ribuan isu (3000 isu itu banyak bukan). Dan pasti pada akhirnya akan ada banyak negosiasi untuk kepentingan tertentu yang justru bisa mementahkan berbagai isu yang kini sedang ditangani peradilan, misal satu isu dari Wikileaks sudah cukup untuk membuat suatu kasus korupsi mendapat surat yang lebih indah dari surat cinta yaitu SP3 (Surat Perintah Penghetian Penghentian Penyidikan).

Bisa dibayangkan setidaknya ada 3000 orang dari 6 rezim kini sedang berdebar-debar atas setiap bocoran dari Wikileaks tersebut. Dan nama yang akan terseret bisa lebih banyak lagi.

Lalu adakah cara yang bisa dilakukan untuk menutupinya? Karena isu ini merupakan data berbasis teknologi Telematika (yang selalu bisa mengungkap banyak hal) maka bisa saya pastikan kuncinya bukan pada end-point (titik penerima), melainkan pada starting-point (pengirim / pelansir) jadi kuncinya hanya ada pada pengelola Wikileaks itu sendiri. 

Saat mereka sudah melansir informasi tersebut maka terbukalah kasusnya. Lalu apa yang bisa dilakukan? Ya menunggu (bagi yang menunggu), deg-degan (bagi yang merasa banyak urusan dengan kedubes AS).

Dan berhubung kita hidup pada era informasi dimana Telematika menjadi basis utama penyampai informasi sungguh tidak perlu lagi memblokir informasi karena akan sia-sia.

Yang patut disayangkan adalah rencana dari Wikileaks tersebut setidaknya akan melukai hubungan Indonesia-AS yang sedang harmonis-harmonisnya sejak kedatangan Presiden Obama.   
 
detiknet.com