Peralatan Doraemon (Ingat Masa Kecil)
Kehidupan awal Doraemon tidak begitu baik. Ia adalah sebuah robot gagal yang dilelang kepada sebuah keluarga miskin yang terlilit utang, yang tak lain adalah keluarga keturunan Nobi Nobita. Doraemon pernah menjalani masa-masa berat: Ia hanya menjadi penjaga bayi setelah gagal melewati ujian di akademi robot, kedua telinganya hancur setelah digigit robot tikus, catnya luntur akibat ulahnya sendiri, dan masih banyak kisah sedih yang ia lalui di tahun pertama kelahirannya. Sampai suatu ketika, keluarganya mengirimkan ia kembali ke masa lalu, kira-kira 250 tahun yang lalu, zaman dimana Nobita Nobi, leluhur keluarga ini, masih hidup di Tokyo.
Misi Doraemon adalah untuk menolong Nobi Nobita (buyut dari Sewashi yang memiliki Doraemon). Nobita adalah seorang anak yang selalu mengalami nasib sial dan tak punya kemampuan apa-apa. Ia bodoh dalam pelajaran sekolah dan tidak bisa berolahraga, Nobita hanya berbakat dalam tembak-menembak,bermain karet, dan tidur; kemampuan yang hampir tak berguna di zaman Jepang modern. Inilah alasan mengapa ia gagal menjalani kehidupannya. Dan Doraemon dikirim dari masa depan untuk menjadikannya seorang pria yang sukses. Sangat ironis, sebuah robot gagal datang membantu seorang anak yang gagal. Tetapi pada kenyataannya, persahabatan kedua anak ini membuat mereka menjadi seseorang yang lebih baikPeralatan yang sering digunakan oleh Doraemon antara lain:
- Kantong Ajaib
- Mesin Waktu
- Pintu ke Mana Saja
- Jendela ke Mana Saja
- Baling-Baling Bambu
- Konyaku Penerjemah
- Kue cap Momotaro
- Senter Pengecil
- Sarung Tangan Super
- Meriam Angin
- Shock Gun
- Mantel Pengibas
- Lingkaran Penembus
- Selimut Waktu
sumber : http://id.wikipedia.org/
Bachdim Bikin Pengunjung Sarkem Sepi
Tiya (35) hanya duduk diam di bangku kayu setinggi lutut orang dewasa. Perempuan berambut panjang berkulit putih ini berkali-kali menengok kanan-kiri. Di tengah lorong-lorong Lokalisasi Pasar Kembang (Sarkem), Yogyakarta, yang sepi dan remang itu, Tiya menunggu datangnya pelanggan pertama untuk malam ini, Kamis (16/12/2010).
Perempuan asal Pekalongan ini beberapa kali memperbaiki rok tingginya yang memperlihatkan paha putih mulusnya. Sesekali ia juga memperbaiki duduknya yang mulai membungkuk. Ia menegakkan badan, membusungkan dadanya. Padahal malam itu ia hanya mengenakan gaun hitam backless dengan belahan dada sangat rendah.
"Huff, bola bikin malam ini sepi," keluh Tiya. Kamis (16/12/2010) sampai 20.00 WIB ia mengaku belum ngamar sama sekali. "Mau gimana lagi, cowok-cowok lebih senang nonton bola daripada 'main bola'," selorohnya sambil tersenyum nakal.
Hal yang sama juga dirasakan Farida (28), seorang pekerja seks asal Semarang. Malam ini, ia mangkal di tempat yang lebih menjorok ke dalam daripada Tiya. Rupanya di sana tempat mangkal perempuan yang lebih muda dan seksi.
Perempuan yang dulunya mangkal di Solo ini juga mengeluhkan hal yang sama. "Merapi bikin sini sepi. Sekarang tambah bola lagi!" keluhnya. Ia mengaku biasanya sudah bisa mendapatkan dua pelanggan sampai pukul 20.00 WIB, namun kali ini belum sama sekali.
Farida pun berusaha keras segera dapat tamu. Ia cukup agresif menggoda pria yang lewat. Ketika ada pria berpakaian rapi lewat, Farida menarik tangan pria itu, menempelkannya ke dadanya sambil membisikkan sesuatu. Namun, pria tersebut memilih pergi.
Ternyata pria dengan jaket hitam rapi itu menuju ke pos ronda yang terletak tidak jauh dari tempat farida mangkal. Di sana ia menonton sepak bola bersama warga lain.
"Huh, Irfan bikin sepi aja!"katanya menyebut seorang pemain timnas naturalisasi yang sedang tenar karena ketampanannya.
Berbeda halnya dengan Elissa (28), pekerja seks asal Kudus. Ia terlihat bersemangat menonton pertandingan lewat televisi di warung milik warga.
"Saya dari dulu memang suka nonton bola. Apalagi main bolanya cowok," candanya sambil membetulkan tali bra hitamnya.
Elissa yang malam itu mengenakan tank-top abu-abu mengaku juga belum mendapatkan pelanggan sama sekali. "Nanti setelah bola selesai juga pasti dapat," ujarnya optimistis.
Elissa tiba-tiba berteriak keras saat Irfan Bachdim nyaris mencetak gol di menit-menit akhir babak pertama. Ia terlihat gemas melihat siaran ulang adegan tersebut. "Sepakbola asik sih," katanya sambil tersenyum. (Tribunjogja.com)
El Loco Menangkan Indonesia
Indonesia berhasil mengemas kemenangan 1-0 atas Filipina di semifinal pertama AFF Suzuki Cup 2010. Gol tunggal kemenangan 'Merah Putih' diceploskan oleh Cristian Gonzales.
Bermain di bawah tatapan sekitar 70 ribu pasang mata yang kebanyakan pendukungnya sendiri di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (16/12/2010), Indonesia dibuat repot oleh Filipina.
Indonesia yang mengandalkan duet Gonzales dengan Irfan Bachdim baru bisa mencetak gol di menit 32 setelah tandukan El Loco (julukan Gonzales) bersarang di gawang Neil Etheridge.
Jalannya pertandingan
Indonesia berusaha mengambil alih kendali permainan semenjak awal. Di menit kesembilan, umpan Okto Maniani disambar tendangan Gonzales, tetapi bola bisa dijinakkan Etheridge.
Filipina bukannya tanpa peluang. Di menit 13, tendangan jarak jauh Philip Younghusband memaksa kiper Markus Haris Maulana menepis bola menjadi tendangan sudut.
Di menit 19, kerja sama yang apik dari para pemain Indonesia meloloskan Okto di kotak penalti Filipina. Namun kekurangtenangan Okto membuat tendangannya melambung di atas gawang.
Kembali dari jarak jauh, Philip Younghusband mencoba kemampuan Markus. Kali ini, sepakan Philip yang juga dari jarak jauh memaksa Markus melompat ke kiri menepis si kulit bundar.
Saat laga berusia 32 menit, Indonesia akhirnya memecah kebuntuan. Umpan panjang Firman Utina gagal diantisipasi Etheridge dan Gonzales menanduknya masuk gawang Filipina. 1-0 buat Indonesia.
Filipina nyaris kebobolan oleh tindakan pemainnya sendiri di menit 39. Sebuah bola yang gagal dikuasai Irfan disapu Ray Jonsson ke samping kiri gawang Etheridge.
Di babak kedua, Indonesia lebih banyak menguasai bola. Masuknya Arif Suyono menggantikan Okto dan Bambang Pamungkas mengisi posisi Irfan membuat Indonesia sedikit lebih tajam.
Di menit 72, Bambang memperoleh peluang di dalam kotak penalti Filipina. Namun lari Bepe kalah cepat dibanding Etheridge yang sigap keluar sarang dan memeluk bola.
Indonesia malah nyaris kebobolan di menit 75. Kali ini, kegagalan Markus menangkap bola lambung membuat James Younghusband bisa mengarahkan bola ke gawang Indonesia. Namun Zulkifli Syukur bisa membuang bola di garis gawang dengan kepalanya.
Gol kedua yang dinanti Indonesia masih gagal juga lewat serangan kombinasi Bepe dan El Loco di menit 79. Umpan silang Bepe dari kiri gagal ditanduk Gonzales karena terlalu tinggi.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, tidak ada gol tambahan. Indonesia tinggal membutuhkan hasil seri saat leg 2 semifinal digelar di tempat yang sama, Minggu (19/12).
Susunan pemain
Indonesia: Markus Haris M; Zulkifli Syukur, Maman Abdurachman, Hamka Hamzah, M Nasuha (Beny Wahyudi 85); M Ridwan, Ahmad Bustomi, Firman Utina, Oktavianus Maniani (Arif Suyono 61); Irfan Bachdim (Bambang Pamungkas 68), Cristian Gonzales
Filipina: Neil Etheridge; Robert Gier, Anton Del Rosario, Roel Gener, James Younghusband, Phil Younghusband, Alexander Borromeo, Jason De Jong, Chris Greatwich, Ian Araneta (Emelio Caligdong 59), Ray Jonsson
Bermain di bawah tatapan sekitar 70 ribu pasang mata yang kebanyakan pendukungnya sendiri di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (16/12/2010), Indonesia dibuat repot oleh Filipina.
Indonesia yang mengandalkan duet Gonzales dengan Irfan Bachdim baru bisa mencetak gol di menit 32 setelah tandukan El Loco (julukan Gonzales) bersarang di gawang Neil Etheridge.
Jalannya pertandingan
Indonesia berusaha mengambil alih kendali permainan semenjak awal. Di menit kesembilan, umpan Okto Maniani disambar tendangan Gonzales, tetapi bola bisa dijinakkan Etheridge.
Filipina bukannya tanpa peluang. Di menit 13, tendangan jarak jauh Philip Younghusband memaksa kiper Markus Haris Maulana menepis bola menjadi tendangan sudut.
Di menit 19, kerja sama yang apik dari para pemain Indonesia meloloskan Okto di kotak penalti Filipina. Namun kekurangtenangan Okto membuat tendangannya melambung di atas gawang.
Kembali dari jarak jauh, Philip Younghusband mencoba kemampuan Markus. Kali ini, sepakan Philip yang juga dari jarak jauh memaksa Markus melompat ke kiri menepis si kulit bundar.
Saat laga berusia 32 menit, Indonesia akhirnya memecah kebuntuan. Umpan panjang Firman Utina gagal diantisipasi Etheridge dan Gonzales menanduknya masuk gawang Filipina. 1-0 buat Indonesia.
Filipina nyaris kebobolan oleh tindakan pemainnya sendiri di menit 39. Sebuah bola yang gagal dikuasai Irfan disapu Ray Jonsson ke samping kiri gawang Etheridge.
Di babak kedua, Indonesia lebih banyak menguasai bola. Masuknya Arif Suyono menggantikan Okto dan Bambang Pamungkas mengisi posisi Irfan membuat Indonesia sedikit lebih tajam.
Di menit 72, Bambang memperoleh peluang di dalam kotak penalti Filipina. Namun lari Bepe kalah cepat dibanding Etheridge yang sigap keluar sarang dan memeluk bola.
Indonesia malah nyaris kebobolan di menit 75. Kali ini, kegagalan Markus menangkap bola lambung membuat James Younghusband bisa mengarahkan bola ke gawang Indonesia. Namun Zulkifli Syukur bisa membuang bola di garis gawang dengan kepalanya.
Gol kedua yang dinanti Indonesia masih gagal juga lewat serangan kombinasi Bepe dan El Loco di menit 79. Umpan silang Bepe dari kiri gagal ditanduk Gonzales karena terlalu tinggi.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, tidak ada gol tambahan. Indonesia tinggal membutuhkan hasil seri saat leg 2 semifinal digelar di tempat yang sama, Minggu (19/12).
Susunan pemain
Indonesia: Markus Haris M; Zulkifli Syukur, Maman Abdurachman, Hamka Hamzah, M Nasuha (Beny Wahyudi 85); M Ridwan, Ahmad Bustomi, Firman Utina, Oktavianus Maniani (Arif Suyono 61); Irfan Bachdim (Bambang Pamungkas 68), Cristian Gonzales
Filipina: Neil Etheridge; Robert Gier, Anton Del Rosario, Roel Gener, James Younghusband, Phil Younghusband, Alexander Borromeo, Jason De Jong, Chris Greatwich, Ian Araneta (Emelio Caligdong 59), Ray Jonsson
Subscribe to:
Comments (Atom)










