Makanan Perangsang Otak

Melihat anak-anak yang setiap hari sibuk membuat PR dan belajar untuk ulangan, banyak orang tua berupaya agar performa otak putra-putri mereka cemerlang, berkonsentrasi tinggi, memiliki daya ingat dan cerna yang baik.
Dr. Ang Poon Liat, konsultan senior penyakit dan kesehatan anak dari Paediatric Centre Thomson Medical Centre, Singapura, melihat intelegensia seseorang 20% dipengaruhi unsur genetik, selebihnya dari asupan makanan sehari-hari. Menurutnya ada 8 makanan perangsang otak yang sebaiknya menjadi bagian dari diet anak-anak sekaligus juga berguna bagi kesehatan fisik di kemudian hari.
  1. Ikan laut.Ikan laut merupakan sumber omega-3. Asam lemak omega-3 dapat meningkatkan aktivitas neurotransmiter,  membantu sel otak dalam berkomunikasi dengan sel-sel otak lainnya secara efektif sehingga fungsi otak optimal.
  2. Telur. Kuning telur kaya akan protein, juga tinggi kolin, bagian dari vitamin B, yang dapat membantu meningkatkan daya ingat.
  3. Kacang-kacangan. Mengandung vitamin E yang memiliki sifat antioksidan handal melindungi selaput sel otak terhadap radikal bebas.
  4. Sayuran berwarna. Sayuran berwarna kaya antioksidan yang akan menjaga sel otak tetap sehat. Pilih sayuran yang berwarna-warni agar mendapat serangkaian antioksidan yang juga dapat mencegah kanker.
  5. Beras dan gandum yang masih ada kulit arinya. Beras merah dan oat adalah contoh beras dan gandum yang masih ada kulit arinya, yang kaya akan vitamin B. Keduanya memiliki serat yang tinggi sehingga melepaskan glukosa secara perlahan-lahan. Karena kadar glukosa yang tinggi akan membuat anak energetik tapi kemudian cepat capek. Perubahan mood ini tentu tidak baik bagi anak.
  6. Buah beri. Buah ini kaya vitamin C, yang dapat meningkatkan daya ingat.
  7. Polong-polongan.Kandungan protein dan karbohidrat kompleksnya menghasilkan energi yang baik untuk merangsang otak. Proteinnya dibutuhkan untuk menghasilkan asam nukleat dari sel otak.
  8. Yogurt. Merupakan sumber protein, vitamin B dan D yang amat penting bagi pertumbuhan jaringan otak serta neurotransmiter.

sumber : http://intisari-online.com

No comments: